Mengenal 5 Macam Alergi pada Bayi

Hasil gambar untuk alergi nutriclub.co.id

Ada banyak jenis alergi yang mungkin terjadi pada bayi atau anak-anak kita. Setiap jenis alergi mungkin memiliki gejala yang sama. Meskipun tidak terlalu membahayakan, namun alergi seringkali sangat sulih untuk disembuhkan. Bahkan, beberapa pengobatannya juga membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Secara umum, ada 6 jenis alergi pada bayi dan anak yang harus diketahui oleh para orang tua.

  1. Alergi Dermatitis Atopik

Dermatitis Atopik juga sering disebut dengan eksim atau ruam susu. Alergi ini biasanya terjadi pada bayi berumur kurang dari enam bulan. Gejalanya berupa kulit kering, pecah, gatal-gatal, berwarna merah, bahkan hingga sakit untuk bergerak. Alergi Dermatitis Atopik bisa menyerang setiap bagian tubuh. Namun, seringkali terjadi di sekitar leher, pipi, lengan, siku, tangan, dan lutut. Meski belum diketahui secara pasti apa penyebabnya, tetapi faktor penyebab dermatitis atopik bisa saja disebabkan oleh berbagai jenis alergen seperti debu, bulu binatang, tungau, hingga makanan-makanan tertentu yang bersifat alergenik. Alergi Dermatitis Atopik biasanya sembuh dengan sendirinya saat anak atau bayi tumbuh menjadi dewasa.

  1. Alergi Makanan

Alergi makanan biasanya ditandai dengan gejala gatal di sekitar mulut, biduran, serta bengkak di area mulut dan wajah. Dalam kasus yang lebih berat, gejalanya bisa berupa diare, sakit perut, muntah, dan sulit bernafas. Alergi makanan juga bisa berkembang menjadi alergi rinitis dan asma jika tidak segera ditangani dengan benar. Biasanya alergi makanan pada bayi dipicu oleh susu sapi, telur, serta kacang-kacangan. Sedangkan untuk anak-anak, alergi makanan biasanya disebabkan oleh kacang-kacangan dan ikan. Namun alergi makanan bisa berbeda-beda pemicunya pada setiap orang sesuai usianya.

  1. Alergi Susu Sapi

Protein yang terkandung dalam susu sapi bisa memicu alergi pada bayi maupun anak-anak. Alergi susu sapi biasanya ditandai dengan gatal-gatal, kulit kemerahan, sakit perut, diare, perubahan bentuk feses, bahkan berak berdarah. Umumnya, alergi pada susu sapi akan hilang dengan sendirinya saat anak mulai menginjak usia 3 tahun. Diagnosis alergi susu sapi pada bayi dan anak-anak bisa dilakukan denga tes provokasi yang biasanya dilakukan oleh dokter. Selain itu, bisa juga dilakukan tes alergi serta pemeriksaan darah secara lengkap.

  1. Rhinitis Alergika

Rhinitis Alergika sering disebut juga dengan istilah Hay Fever. Ini merupakan peradangan pada saluran pernapasan akibat suatu reaksi alergi. Sekitar 20 persen anak di dunia ini mengidap rinitis alegika, dan bisa saja bertambah hingga anak tersebut tumbuh dewasa. Gejala umumnya berupa bersin-bersin dan hidung berair setiap bangun tidur di pagi hari. Selain itu gejala hidung tersumbat, mata bengkak dan berair, sulit bernapas, jgatal di sekitar mata dan hidungm serta batuk kering dan nyeri tenggorokan pun bisa menjadi gejala rhinitis alergika. Pemicunya bisa berupa debu, bulu binatang, asap rokok, serbuk sari bunga, ataupun perubahan cuaca dan iklim. Anak yang menderita rhinitis alergika berkemungkinan mengidap asma saat tumbuh dewasa, sebab alergi ini merupakan alergi kambuhan dan bisa sangat mengganggu aktivitas.

  1. Urtikaria

Alergi ini sering disebut dengan biduran. Alergi ini ditandai dengan rasa gatal atau perih pada kulit, disertai dengan bilur berwarna merah dan putih. Utikaria dipicu oleh paparan udara yang panas atau dingin, gigitan serangga, obat-obatan tertentu, serta infeksi. Biasanya utikaria akan sembuh dengan sendirinya tanpa perlu pengobatan khusus. Namun jika dalam kasus yang sudah tidak tertahankan, bisa diobati menggunakan antihistamin.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *