3 Fakta Produksi Kopi Luwak, Mungkinkah Dijual dengan Harga Murah?

Mungkin selama ini Anda bertanya-tanya, kenapa harga kopi luwak sangat mahal? Sedangkan ada kopi dengan nama serupa malah menjual dengan harga yang sangat murah. Sebelum Anda bingung, sebaiknya Anda tahu dulu mengenai fakta dari kopi luwak ini. Dengan begini, Anda bisa tahu alasan kenapa bisa harganya sangat mahal.

Soal adanya kopi luwak yang dibanderol dengan harga murah, dengan melihat beberapa fakta ini barulah Anda bisa memutuskan apakah itu kopi luwak asli atau palsu. Ya, mungkin Anda bisa tetap bisa itu asli. Tapi tetap, bacalah dulu beberapa fakta di bawah ini untuk tahu yang sebenarnya. Apa saja?

  1. Tingkat Produksinya Sangat Sedikit

Anda pasti tahu bahwa kopi luwak tidak ditanam, melainkan berasal dari kotoran hewan luwak yang telah memakan kopi sebelumnya. Cara manual dengan menggunakan bantuan dari hewan musang kelapa inilah yang membuat tingkat produksinya sangat sedikit. Hewan luwak hanya mampu makan kopi dalam jumlah terbatas. Itupun hanya sebagai camilan saja.

Menurut data yang ada, jumlah kopi luwak di dunia yang ada per tahunnya tidak pernah mencapai satu ton. Jumlah paling tinggi hanya sampai pada angka 500 kg per tahun saja. Seperti yang sudah dikatakan. Luwak tak bisa memakan kopi dalam jumlah banyak. Meskipun sedang panen raya, jumlah biji kopi luwak pun tetap tidak akan banyak.

Luwak punya naluri untuk memilih kopi yang terbaik kualitasnya saja untuk dimakan. Ini juga menjadi salah satu faktor tingkat produksinya yang sangat sedikit. Persentase dari jumlah kopi dunia dengan kopi luwak paling hanya 10 sampai 30 persen saja. Inilah yang membuatnya sangat mahal.

  1. Proses Fermentasi yang Sempurna

Kopi luwak tidak sama dengan kopi biasa. Bila kopi biasa saat dipanen akan dijemur lalu disangrai, kopi luwak tidak. Kopi luwak harus diproses dulu oleh si luwak di dalam perutnya. Nah, di dalam perut si luwak ini, biji kopi mengalami proses fermentasi. Proses fermentasi ini akan membuat biji kopi jauh lebih nikmat dibanding kopi biasa.

Hal ini tetap tidak akan sama meskipun kopi biasa telah difermentasikan juga selama beberapa saat. Di dalam perut luwak, proses fermentasi hanya akan berlangsung selama kurang dari 12 jam. Namun, hasilnya sama seperti proses fermentasi manual selama 5 hingga 8 tahun. Bila biji kopi difermentasi selama itu, bisa jadi biji kopinya malah rusak, kan?

  1. Pengurangan Kandungan Kafein dan Asam

Di dalam perut si musang, seperti yang dikatakan sebelumnya sudah mengalami fermentasi. Fermentasi itu jadi lebih optimal setelah dibantu dengan enzim tertentu yang berasal dari perut si luwak. Enzim inilah yang bekerja mengurangi kandungan kafein dan asam dalam kopi tersebut.

Bila biasanya kandungan kafein dalam kopi sekitar 2%, dalam kopi luwak hanya sekitar 0,5% saja. Persentase yang sedikit ini membuatnya aman dikonsumsi oleh penderita maag, diabetes, bahkan jantung. Kandungan asamnya yang rendah ternyata juga bisa mencegah penyakit syaraf seperti Alzheimer dan lainnya, lho! Mau coba?

Nah, menurut Anda masuk akalkah alasan di balik mahalnya kopi luwak ini pada segi produksinya? Benar, kan? Kopi biasa tidak mengalami proses ini sehingga harganya jauh lebih murah. Sedangkan untuk kopi luwak yang sering Anda temui di pasaran dengan harga murah itu, tentu sudah di pastikan itu palsu!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *