Kebutuhan Pokok Masyarakat Indonesia Yang Masih Bergantung Pada Produk Luar Negeri

Kita sebagai manusia tentunya memiliki kebutuhan pokok sehari-hari. Seperti membutuhkan makan, minum, gizi yang cukup, pakaian dan masih banyak lagi. Namun tahukah kalian bahwa sebagian besar kebutuhan pokok kita adalah produk impor dari luar negeri? Kalian pasti menebak-nebak tidak mungkin makanan yang kita konsumsi berasal dari luar negeri. Yah harusnya sih tidak karena Indonesia merupakan negara yang kaya akan bahan pangan, tetapi faktanya beberapa makanan yang kita konsumsi masih bergantung pada produk impor dari luar negeri. Penasaran apa saja kebutuhan pokok yang masih bergantung pada produk impor? Simak ulasannya sebagai berikut.

Pada tahun 2020 kementerian pertanian memastikan 11  stok bahan pangan nasional agar tidak mengalami kekurangan bahan pangan yang disebabkan oleh pandemi Covid-19. Namun hal ini membuat kita sebagai masyarakat Indonesia harus berkecil hati, pasalnya ada 3 bahan pokok yang masih mengandalkan produksi luar negeri yaitu gula, bawang putih dan daging sapi dari 11 bahan pangan lainnya. Kita semua tentunya mengerti bahwa Indonesia juga memproduksi gula dan memiliki lahan pertanian tebu yang cukup luas. Namun fakta ini harus dibuat tak bernilai karena faktanya gula yang merupakan salah satu kebutuhan pokok masyarakat Indonesia masih diimpor.

Indonesia memiliki 11 bahan pokok yang terus diawasi ketat oleh pemerintah setiap tahunnya antara lain beras, jagung, bawang merah, bawang putih, cabai merah, cabai rawit, daging sapi, daging ayam, terlur ayam ras, gula, dan minyak goreng. Semua bahan makanan tersebut harus terpenuhi dan tidak boleh kurang untuk jagngka waktu satu tahun. Seperti yang kita ketahui hampir ke 11 bahan pokok tersebut produksinya ada di Indonesia, namun sayangnya 3 dari 11 bahan tersebut masih mengandalkan produk impor.

Pada saat rapat kerja virtual yang diikuti oleh komisi IV DPR dan Kementan, jumlah stok beras hingga mei 2020 sebesar 7,78 juta ton, jagung 4,33 juta ton, bawang merah 240,393 ton dan begitu pula pada bahan pangan lainnya. Tetapi ia menjelaskan bahwa tidak semua bahan pangan mampu dikelola dengan baik di dalam negeri. Beberapa bahan pangan masih harus bergantung pada produk luar negeri, hal ini dilakukan untuk menghindari kekurangan bahan pokok. Bahan pangan yang masih impor ini antara lain bawang putih 196.549 ton, daging kerbau 109.253 ton dan gula pasir 672.600 ton ujar Syahrul yasin menteri pertanian.

Kita sebagai masyarakat Indonesia tentunya harus ikut andil dalam memajukan bahan pangan dalam negeri, pasalnya masih ada beberapa bahan pangan yang membuat kita masih bergantung pada produk asing. Padahal negara kita adalah negara yang kaya akan bahan pangan. Dan tentunya kita juga harus menghargai jeri payah pemerintah untuk memajukan negara Indonesia agar tidak harus selalu bergantung pada negara lain. Kita pun patut bersyukur karena makanan pokok sehari-hari yaitu beras sudah tidak lagi bergantung pada produk asing. Harga beras 5 kg kini hanya sekitar 500,000 ribu dan harga ini kian mengalami kestabilan.

Nah itulah beberapa informasi seputar kebutuhan pokok yang masih bergantung pada produk impor. Kita sebagai masyarakat yang ingin negaranya merdeka sepenuhnya tentunya juga harus ikut memajukan negara kita dengan banyak cara tentunya dengan menempuh pendidikan setinggi-tingginya disertai dengan tekad yang kuat untuk memajukan bangsa.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *