Jangan Pernah Menyepelekan Surat Al Ikhlas! Inilah Keutamaan dan Keistimewaannya

Mengajarkan Surah Al-Ikhlas kepada Anak

Surat Al Ikhlas merupakan surat ke 112 dalam Al Quran, sekaligus juga merupakan yang terpendek. Surat ini terdiri dari empat ayat yang sudah termasuk surat Makiyah. Seperti surat-surat pendek lainnya yang terteda dalam juz 30, dimana surat Al Ikhlas juga kerap dibaca oleh imam saat melakukan shalat tarawih di bulan Ramadhan.

Masih berkaitan dengan surat Al Ikhlas, dimana ada kisah menarik dari salah satu sahabat Rasulullah yang bernama Muawiyah bin Muawiyah al-Latsyi. Ketika dirinya meninggal, Rasulullah SAW melakukan takziah ke rumahnya. Namun, alangkah kagetnya Rasulullah SAW ketika mengetahui bahwa ada ribuan malaikat yang turut serta mendoakan almarhum Muawiyah. Saking banyaknya para malaikat yang datang, membuat cahaya matahari tertutupi sehingga suasana menjadi redup. 

Kandungan Surat Al Ikhlas

Ayat pertama pada surat Al Ikhlas berbunyi “qul huwallahu ahad”, yang mempunyai susunan kesusastraaan yang begitu tinggi. Pada ayat tersebut menceritakan tentang ketauhidan. Allah SWT merupakan petunjuk tunggal yang berarti sendiri dalam segala hal. Pada ayat kedua yang berbunya “Allahu-samad”, diterangkan jika Allah merupakan tempat bergantung. Tapi pada kenyataannya, banyak umat manusia yang berpaling dengan menjadikan berhala sebagai tempat mengadu, padahal Allah merupakan satu-satunya petunjuk. 

Bacaan Surat Al Ikhlas dan Artinya

 “Qul huwallahu ahad, allahu-samad, lam yalid wa lamyulad, wa lam yakul lahu kufuwan ahad”. Artinya: Katakanlah (Muhammad) “Dialah Allah, Yang Maha Esa. Allah tempat meminta segala sesuatu. (Allah) tidak beranak dan tidak pula diperanakkan. Dan tidak ada sesuatu yang setara dengan Dia.

Keutamaan Surat Al Ikhlas

1. Setara Dengan Sepertiga Al Quran

Diriwayatkan oleh Imam Bukhari dari Abu Sa’id Al Khudri, Rasulullah SAW bersabda: “Demi (Allah) yang jiwaku di tangan-Nya, sesungguhnya surah al-Ikhlas sebanding (dengan) sepertiga Al Quran”. Sedangkan dalam kitab Fathul Baari menyebutkan bahwa Al Quran terbagi kedalam tiga bagian, yaitu Tauhid, hukum syariat Islam, dan berita tentang makhluk hidup. 

Abu Sa’id Al Khudri menuturkan bahwa Rasulullah SAW bertanya kepada para sahabat, “Apakah seseorang dari kalian tidak mampu membaca sepertiga Al Quran dalam satu malam (saja)?”. Pertanyaan tersebut membuat para sahabat keberatan, sehingga mereka berkata “Siapa di antara kami yang mampu melakukan hal itu, wahai Rasulullah?”. Kemudian Rasulullah SAW bersabda, “Allahul Wahidush Shamad, (adalah) sepertiga Al Quran” (HR. Bukhari). Surat yang dimaksud adalah Al Ikhlas. 

2. Dicintai Oleh Allah SWT

Aisyah Ra, menuturkan jika Rasulullah pernah mengutus seseorang kepada sekelompok Mujahid, dan saat orang itu menjadi imam dalam shalatnya, “Ia membaca dan mengakhiri (bacaannya) dengan qul huwallahu ahad. Maka tatkala mereka kembali pulang, mereka bercerita kepada Rasulullah”.

Lalu Rasulullah bersabda: “Tanyalah ia, mengapa ia berbuat demikian?” Kemudian mereka bertanya kepadanya. Ia pun menjawab: “karena surat ini (mengandung) sifat ar Rahman, dan aku cinta untuk membawa surat ini”. Lalu Rasulullah bersabda: “Beritahu dia sesungguhnya Allah pun mencintainya”. 

3. Pendatang Rezeki

Riwayat dari Abu Musa Al-Madini dan Shal bin Sa’ad mengisahkan, dulu ada seseorang yang mengadu pada Rasulullah mengenai kefakiran dan kesulitan ekonominya. Kemudian Rasulullah berkata kepadanya, “Jika kamu masuk rumah, ucapkanlah salam jika ada seseorang di dalamnya. Jika tidak ada seseorang, maka ucapkanlah qul huwallahu ahad satu kali. Lantas orang itu mengerjakan perintah Rasulullah. Tak lama, Allah memberikan banyak rezeki kepadanya sampai melimpah kepada tetangganya”. 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *