Laporan Keuangan Mayora, Perusahaan Makanan dan Minuman Ternama di Indonesia

Laporan Tahunan Mayora

Laporan keuangan Mayora dapat digunakan untuk mengetahui kinerja keuangan dari PT. Mayora Indah Tbk. Mayora merupakan perusahaan makanan dan minuman terkenal di Indonesia. Mayora menciptakan berbagai macam produk seperti biskuit, coklat, kembang gula, wafer, dan kopi. Berikut ini adalah laporan keuangan Mayora:

  • Aset

Aset pada PT Mayora Indah Tbk. terdiri dari aset lancar dan juga aset tidak lancar. Pada tahun 2020, PT. Mayora memiliki aset lancar sebesar Rp12.933.087.621.269. sedangkan untuk aset tidak lancar berjumlah Rp6.541.458.889.970.

jika dijumlahkan secara keseluruhan antara aset lancar dan aset tidak lancar, maka aset PT. Mayora Indah pada tahun 2020 berjumlah 19.474.546.511.239.

  • Utang/Liabilitas

Utang/liabilitas terdiri dari 2 jenis, yakni liabilitas jangka pendek dan liabilitas jangka panjang. pada tahun 2020, perusahaan memiliki liabilitas jangka pendek sebesar Rp3.506.496.465.369. jumlah liabilitas jangka panjang senilai Rp5.121.297.356.575.

dalam hal ini, jumlah liabilitas jangka panjang lebih besar daripada liabilitas jangka pendek. Dan jika dijumlahkan, maka pada tahun 2020, mayora memiliki utang/liabilitas sebesar Rp8.627.693.821.944.

  • Modal/Ekuitas

Modal/ekuitas terdiri dari modal saham, modal dasar, dan modal yang ditempatkan dan disetor. Untuk dapat mengetahui hasil dari modal yang dimiliki oleh perusahaan pada tahun 2020, terdapat perhitungan lain selain beberapa jenis modal di atas.

Tambahan modal disetor, saldo laba yang ditentukan dan belum ditentukan penggunaannya, kepentingan nonpengendali, serta selisih kurs penjabaran juga turut dihitung dalam penghitungan modal.

Dari data pada PT. Mayora, jika beberapa faktor diatas dijumlahkan maka jumlah modal/ekuitas secara keseluruhan adalah senilai Rp10.846.852.689.295.

  • Beban

Dalam laporan keuangan Mayora, PT Mayora Indah Tbk. memiliki beban pokok penjualan, beban usaha, beban lainnya dan beban pajak. Beban pokok penjualan yang ditanggung oleh perusahaan pada tahun 2020 berjumlah Rp3.722.622.081.846.

dalam beban usaha terdapat beban penjualan (selling) dan beban umum dan administrasi (general and administration). Pada tahun 2020, beban penjualan yang ada bernilai Rp740.557.804.455, sedangkan beban umum dan administrasi berjumlah Rp186.248.841.219.

Dari jumlah beban penjualan dan beban umum-administrasi, jika keduanya dijumlahkan maka jumlah beban usaha secara keseluruhan yang ditanggung perusahaan di tahun 2020 adalah Rp926.806.645.674.

beban lain yang ditanggung oleh perusahaan terdiri dari selisih kurs mata uang asing, penghasilan bunga, keuntungan penjualan aset tetap  dan beban bunga. Selain itu terdapat juga faktor lain yang dihitung bersih.

Dari hasil beberapa faktor tersebut, maka jumlah beban lain pada tahun 2020 berjumlah Rp535.869.621.014. sedangkan untuk beban pajak, terdiri dari biaya pajak kini dan pajak tangguhan. Beban pajak PT. Mayora pada 2020 berjumlah Rp316.185.233.377.

  • Laba

Dalam suatu usaha, pasti terdapat laba dan rugi. Laba yang diperoleh perusahaan manufaktur makanan dan minuman yang terkenal di Indonesia ini dibagi menjadi 4 jenis. Laba tersebut ialah laba bruto, laba usaha, laba sebelum pajak dan laba tahun berjalan.

Laba bruto bernilai Rp1.656.951.464.577, sedangkan laba usaha berjumlah Rp730.144.818.903. laba yang diperoleh terhitung sebelum pajak adalah Rp1.266.014.439.917. dan untuk laba tahun berjalan diperoleh Rp949.829.206.540.

  • Rugi

Untuk kerugian yang diperoleh, dibagi menjadi komprehensif lain sebelum dan sesudah pajak. Penghasilan rugi yang diperoleh dari komprehensif lain berjumlah Rp2.916.712.563. sedangkan untuk penghasilan rugi dari komprehensif lain sesudah pajak berjumlah Rp2.916.712.563.

Demikian ulasan secara ringkas terkait laporan keuangan Mayora untuk tahun 2020. Semoga ulasan ini dapat bermanfaat bagi Anda.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *