Makanan haram itu tidak sehat

“Diharamkan bagimu (memakan) bangkai, darah, dagingbabi, (daging hewan) yang disembelih atas nama selain Allah, yang tercekik, yang dipukul, yang jatuh, yang ditanduk, dan yang diterkam binatang buas, kecuali yang sempat kamu menyembelihnya, dan (diharamkan bagimu) yang disembelih untuk berhala. Dan (diharamkan juga) mengundi nasib dengan anak panah, (mengundi nasib dengan anak panah itu) adalah kefasikan. Pada hari ini orang – orang kafir telah putus asa untuk mengalahkan), sebab itu janganlah kamu takut kepada mereka dan Takutlah kepada-Ku. Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Ku-cukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Ku-ridai Islam itu jadi agama bagimu. Maka barang siapa terpaksa karena kelaparan tanpa sengaja berbuat dosa, sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS. Al-Maidah (5): 3).

Makanan yang haram dalam Islam ada dua jenis:

A.
Ada yang diharamkan karena dzatnya. Maksudnya asal dari makanan tersebut memang sudah haram, seperti: bangkai, darah, babi, anjing, khamar, dan selainnya.

  • Darah
Analisis kimia dari darah menunjukkan adanya kandungan yang tinggi dari uric acid (asam urat?), suatu senyawa Kimia yang bisa berbahaya bagi kesehatan manusia. sifat beracun dari uric acid dalam Tubuh manusia, Senyawa ini dikeluarkan sebagai kotoran, dan Dalam kenyataannya  kita diberitahu  bahwa 98% dari uric acid dalam tubuh, dalam darah oleh Ginjal, dan dibuang keluar tubuh melalui air seni.

  • Hewan yang tidak disembelih atas nama Allah Swt.
Menyembelih adalah: membuat irisan memotong urat nadi leher hewan, Sembari membiarkan urat-urat dan organ-organ lainnya utuh. Hal ini menyebabkan kematian hewan Karena kehabisan  darah  dari tubuh, bukannya karena cedera pada Organ vitalnya. Jika organ-organ, misalnya jantung, hati, atau otak dirusak,  hewan tersebut  dapat  meninggal seketika dan darahnya akan menggumpal dalam urat-uratnya  dan akhirnya mencemari daging. Hal tersebut mengakibatkan daging hewan akan tercemar oleh uric acid, menjadikannya beracun; hanya pada masa kini lah, para ahli baru menyadari akan hal ini.

  • Babi.
Muslim dilarang mengkonsumsi daging, babi atau ham, atau makanan lainnya yang terkait dengan babi. Babi tidak dapat di sembelih karena alasan leher babi hampir bisa dikatakan tidak ada, sehingga apabila di gorok ada kemungkinan darah babi tidak akan keluar semua. babi hannya mengeluarkan 2% dari seluruh kandungan uric acidnya, sedangkan 98% sisanya tersimpan dalam tubuhnya. Padahal kandungan tersebut adalah zat yang berbahaya. Babi diketahui sebagai inang dari banyak macam parasit dan penyakit berbahaya juga.

  • yang tercekik, yang dipukul, yang jatuh, yang ditanduk, dan yang diterkam binatang buas, kecuali yang sempat kamu menyembelihnya.

Intinya sama saja, mereka mati dengan keadaan darahnya tidak sempat keluar tubuh semuanya sehingga dagingnya berbahaya bagi kesehatan.


  • Binatang Buas.
Binatang seperti anjing, ular, harimau, kelelawar, tikus dan lainnya mempunyai perilaku pola makan yang buruk. Mereka biasa memangsa makanan yang tentu saja secara liar dan tidak tersembelih sehingga kemungkinan juga daging binatang tersebut tidak layak dikonsumsi manusia.

B. Ada yang diharamkan karena suatu sebab yang tidak berhubungan dengan dzatnya. Maksudnya asal makanannya adalah halal, akan tetapi dia menjadi haram karena adanya sebab yang tidak berkaitan dengan makanan tersebut. Misalnya: makanan dari hasil mencuri, upah perzinahan, sesajen perdukunan, makanan yang disuguhkan dalam acara-acara yang bid’ah, dan lain sebagainya.